K E L U A R G A   K R E A T I F : Retreat – Assessment – Workshop “Menjadikan Keluarga Sehat dan Berfungsi”

K E L U A R G A K R E A T I F : Retreat – Assessment – Workshop “Menjadikan Keluarga Sehat dan Berfungsi”

K E L U A R G A   K R E A T I F  (A10)
Retreat – Assessment – Workshop

Menjadikan Keluarga Sehat dan Berfungsi 

Kami menyediakan modul Keluarga Kreatif, suatu paduan acara antara Retreat, Workshop dan Assessment, dengan tujuan membangun ulang sistem pernikahan agar sehat & berfungsi. Sejak 2002 kami mengadakan pelatihan pemberdayaan Keluarga dan retreat Pasutri demi membangun keluarga sehat dan berfungsi.

Setiap peserta belajar Teologi dan Psikologi lewat pendalaman Firman dan mengukur langsung bagian-bagian sistem keluarga yang tidak berjalan dengan baik. Peserta juga mengenali keluarga asal dengan teknik Genogram, melatih menghargai pasangan dan memperbaiki pola komunikasi yang tidak sehat. Secara umum retreat bertujuan meningkatkan kepuasan pernikahan, agar sehat dan berfungsi.

Fasilitator: Dr. Julianto Simanjuntak dan team

I. Tujuan utama retreat Keluarga Kreatif

  1. Mengalami kehadiran Tuhan dalam Keluarga setiap hari
  2. Memegang janji perkawinan dan merawat keluarga
  3. Menjadi Pasangan dan Orang tua yang bertanggung jawab
  4. Mewariskan Nilai dan Tradisi Luhur kepada Anak-Cucu

II. Workshop

  1. Mengenal dari Dekat keluarga asal
  2. Seni Pemulihan Diri (Self Healing)
  3. Mengenali sisi kepribadian tersembunyi
  4. Mengelola konflik dan perbedaan
  5. Cinta Kreatif & Pengampunan
  6. Meningkatkan kepuasan Pernikahan
  7. Sistem Pernikahan Yang Sehat dan Karier Memuaskan
  8. Mewariskan Nilai dan Tradisi Keluarga pada Anak-cucu

III. Asesmen & Genogram

  1. Belajar membuat Genogram
  2. Alat ukur kepuasan karier
  3. Alat ukur kepuasan pernikahan
  4. Mengenal kepribadian pasangan (MBTI )
  5. Kesehatan kepribadian dan mental (MMPI, optional)

IV. Biaya  Retret

  • Rp. 1.500.000 (termasuk akomodasi)
    Jika  diadakan gereja lokal biaya mulai dari Rp. 550.000/Orang *
    (Syarat memenuhi  jumlah peserta tertentu).

IV. Waktu

  • Sangat baik jika menginap 3 hari 2 malam.
  • Jika tidak menginap diadakan tiga hari.
  • Hari pertama dan kedua Pk 9.30-16.00
  • Hari ketiga Pkl 09.30-15.00
  • Waktu disepakati dengan team fasilitator

HUBUNGI KAMI

HUBUNGI:  WA: +62 812 81391414 (Anne) +628170907407 (Wita)
Email: KeluargaKreatif@Juliantosimanjuntak.com

Daftar Online : http://bit.ly/KeluargaKreatif

 

TESTIMONI & ENDORSEMEN

  1. Pak Julianto dan Ibu Wita adalah manusia biasa. Seperti kita, mereka pun mempunyai pergumulan hidup yang Tuhan telah porsikan bagi mereka. Itu sebab mereka mengerti pergumulan kita para hamba-Nya. Mereka mengerti bahwa air mata– baik yang dicucurkan ke luar atau ke dalam– adalah bagian hidup kita. Saya percaya Tuhan Kita Yesus yang telah membentuk dan menguatkan mereka agar menjadi berkat bagi kita lewat kesaksian dan pengajaran Pak Jul dan Ibu Wita di retreat Keluarga Kreatif ini. (Paul Gunadi, Ph.D., Pengajar Bidang Konseling Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang)
  2. ”Saya mengenal Julianto Simanjuntak dengan sangat baik sebagai rekan sekerja di ladang ~people helper~. Sebelum membimbing keluarga orang lain menjadi baik, alami dulu menjadi Keluarga Baik. Retreat  ini akan menginspirasi Anda dan Pasangan menuju Keluarga yang Kreatif”.  (Dr. Dwidjo Saputro, Psikiater)
  3. Hampir 3 tahun kami dilayani oleh Pak Julianto Simanjuntak saat mengalami badai  pernikahan. Seandainya dari awal kami ditangani Konselor Profesional seperti Pak Jul,  masalah pernikahan kami bisa dicegah sejak dini. Badai itu belasan tahun lamanya dan melelahkan. Andai dulu ada retreat bagi para gembala seperti Keluarga Kreatif ini, kami tentu bisa lebih cepat pulih dari badai. Kami sungguh anjurkan, hadirlah di acara Keluarga Kreatif ini. (Samiton Pangellah dan  Justina Anny Pangellah)
  4. Kami bersyukur beberapa kali mengikuti seminar keluarga Pak Julianto, dan kami bersahabat dekat. Kami sungguh merekomendasikan rekan pemimpin Gereja mengikuti retreat Keluarga Kreatif ini. Sebab di tengah kesibukan kita perlu merawat pernikahan dan diri kita sendiri.  (Pdt. Dr. Daniel Ronda dan Ibu Elisabeth Ronda)
  5. Terima kasih Pak Julianto, retreat ini menjadi “juruselamat” pernikahan kami. Materi tiga hari ini menyadarkan kami, sumber utama konflik kami adalah Pohon Keluarga asal yang sangat berbeda. (Pdt. Yosua Halim)
  6. Dari sesi awal saya merasa terusik, langsung sadar ada yang salah dalam motivasi melayani. Saya langsung menangis. Sungguh menyentuh hati. Ini adalah seminar terbaik dalam retreat yang saya pernah ikuti  selama hidup. (Pdt Michael)

—————

TESTIMONI Sebagian Peserta RETREAT KELUARGA KREATIF
Santika Premiere Hotel, BSD Tangerang Oktober  2016

  1. Materi Keluarga Kreatif menjawab kebutuhan pernikahan kami sehingga kami dapat meningkatkan kualitas pernikahan dan kami lebih memahami kekurangan pasangan sehingga saya mampu  menerima pasangan lebih baik. (Lay Mei Yen)
  2. Acara retreat Keluarga Kreatif mencerahkan dan membuka pikiran kami dalam menyelesaikan konflik keluarga. (Natali Ardianto)
  3. Saya sangat menikmati retreat Keluarga Kreatif. Kami  jadi bisa lebih saling mengenali pasangan. Beruntung bisa mendapatkan contoh atau pengalaman dari para peserta yang terbuka saat diskusi. Sekarang saya dan istri bertekad  membentuk keluarga yang lebih sehat  demi  mewariskan nilai-nilai terbaik untuk keturunan kami nanti. (Mulatua Limbong)
  4. Materinya praktis dan nyata berkaitan dengan masalah dalam keluarga khususnya hubungan suami istri. Kami senang bisa belajar cara mewariskan sistem keluarga yang sehat dan berfungsi buat anak-cucu kami nanti. Terima kasih fasilitator yang  berbagi pengalaman hidup, luka dalam pernikahan maupun berkat dalam keluarga. Thanks Pak Jul dan Bu Wita. (Aileen Prayitno)
  5. Retreat Keluarga Kreatif yang dipandu Pak Julianto dan Bu Roswitha sangat memperkaya kami tentang memahami pasangan dan menjadi orangtua yang baik. Senang sekali bisa mengikuti selama 3 hari 2 malam bersama suami. Kami pulang dengan perasaan puas dan bahagia karena merasa cinta kami semakin bertumbuh satu sama lain. Mudah-mudahan semakin banyak pasangan yang juga tercerahkan dengan retreat Keluarga Kreatif ini. Betul-betul investasi waktu, uang dan tenaga yang tak ternilai return-nya. (Nuniek Tirta Sari)
  6. Kesan saya ikut keluarga kreatif adalah  pengalaman hidup Pak Julianto Simanjuntak dan keluarga yang sungguh memberkati. Bagi saya itulah materi yang paling hidup. (Lydia kading)
  7. Materi  retreat Keluarga Kreatif menjawab kebutuhan pasutri secara detail sampai ke akar masalahnya, sehingga membantu pasutri untuk lebih saling memahami dan berempati satu dengan lainnya. (Rinny Iswaranata)
  8. Retreat Keluarga Kreatif menyegarkan kembali tentang sebagian materi kuliah   saat saya mengikuti kuliah S2 Konseling. Namun kali ini, bisa menyerapnya bersama suami, sehingga dapat  dipraktekkan dalam kehidupan pernikahan kami. Saya juga senang karena bisa mendengar sharing sesama peserta Keluarga Kreatif, sehingga membuat saya menyadari bahwa ada ‘temanteman seperjuangan’ yang mau berjuang untuk pernikahan, demi pewarisan nilai bagi anak-cucu. (Liebe Poli)
  9. Acara Keluarga Kreatif memberikan pemahaman baru bagi saya mengenai kesuamian dan keayahan. Saya menemukan akar masalah pribadi  selama ini yang membuat saya dan istri banyak konflik. Saya sangat senang mengikuti Acara ini, memulihkan dan memperbaharui relasi kami. Terima kasih, Pak Julianto dan Ibu Roswitha yang sudah membagikan kisah kehidupan rumah tangga bapak dan ibu dengan sangat terbuka. (Paisal Girsang)
  10. Materi secara keseluruhan sangat baik dan menjawab kebutuhan (masalah) yang kami hadapi. Isi materi berbobot dan cara penyampaiannya sederhana jadi mudah dimengerti dengan jelas. Terima kasih, Pak Julianto dan Ibu Wita telah  berbagi dengan kami. (Rika C.R.)
  11. Materi Acara Keluarga Kreatif membukakan suatu wawasan yang baru bagi kami yang selama ini tidak pernah terpikirkan. Sehingga kami bisa lebih memahami dan menerima pasangan kami masing- masing. Kesaksian-kesaksian Pak Julianto menginspirasi saya untuk menjalankan peran sebagai suami dan ayah yang berfungsi dengan baik. Saya juga diingatkan untuk lebih aware lagi di dalam mempersiapkan warisan nilai-nilai kehidupan kepada anak cucu kami nantinya. (Hayanto Njotodjojo)
  12. Retreat Keluarga Kreatif membantu saya  melihat kembali relasi dengan anak-anak selama ini. Saya baru sadar, perlunya mewariskan nilai kepada mereka. Saya ternyata belum berbuat banyak untuk mengisi kebutuhan mereka. Acara ini mendorong saya MENEBUS apa yang hilang selama ini, terutama WAKTU. Materi Keluarga Kreatif membantu saya untuk menerima konflik sebagai bagian dinamika keluarga.  Perkataan Pak Julianto yang sangat terekam di hati saya, “Kita tidak mencari jalan keluar dari konflik tapi mencari jalan masuk.” Juga untuk setiap  materi yang sangat aplikatif. Terima kasih,  Pak Jul dan Bu Wita. Puji Tuhan  kesempatan yang indah bisa ikut retreat keluarga kreatif.  (Taruli Sitompul)
  13. Retreat Keluarga Kreatif  membukakan hal-hal baru yang tidak pernah saya pikirkan. Terutama dalam menjalankan fungsi sebagai  suami/istri dan  ayah/ibu. Lewat  moment ini, kami  jadi diingatkan pentingnya mempersiapkan sebuah warisan “agung” bagi anak-anak dan keturunan kami selanjutnya. Acara ini membukakan banyak sisi yang hilang dalam keluarga kita, terutama tentang pohon keluarga. Bahan yang ada menolong kami untuk membuat keluarga lebih sehat dan berfungsi, dan menciptakan sebuah budaya luhur dan tradisi keluarga yang diwariskan hingga anak-cucu. Terima kasih, Pak Julianto Simanjuntak dan Ibu Roswitha Ndraha. (Tjung Davian)
  14. Materi retreat Keluarga Kreatif menyadarkan kami, bahwa pernikahan itu kelak diwariskan hingga ke anak-cucu, meninggalkan legasi dan kualitas perkawinan yang baik untuk mereka. Retreat ini membantu kami lebih saling mencintai dan berjuang mempertahankan apa yang sudah kami janji  di hadapan Tuhan, keluarga dan jemaat. Terima kasih, Pak Julianto dan Ibu Roswitha, yang memberikan kami banyak jawaban menjalani dinamika pernikahan kami, dan cara bagaimana mempertahankan hingga maut memisahkan. (Thio Siujinata & Rika)
  15. Lewat  retreat Keluarga Kreatif ini hubungan  saya dan istri dipulihkan, bahkan ditolong memahami pentingnya mewariskan perkawinan untuk anak cucu saya. (Adi Prasetyo)
  16. Lewat retreat Keluarga Kreatif, saya menemukan akar sumber konflik saya dengan istri, yakni  perbedaan sikap menghadapi masalah anak di rumah. Berkat lainnya, saya mendapatkan bahan yang baik untuk pembinaan keluarga. Lewat acara ini  saya dan istri terinspirasi untuk lebih fokus kepada pelayanan keluarga. Thanks, Pak Julianto dan Ibu menjadi mentor bagi kami semua.  (Pdt Philipus Kading)
  17. Retreat Keluarga Kreatif membawa kehidupan keluarga ke arah yang lebih sehat secara holistik (setiap anggota keluarga, pribadi, pasangan dan anak-anak). (Ria Setyawan)

Kesan sebagian peserta Retreat Keluarga Kreatif Batam,
24-26 April 2017,  Sahid Hotel Batam Centre

  1. Retreat keluarga kreatif ini bagi saya luar biasa dan retreat terbaik yang pernah saya ikuti. Acara ini bagaikan dokter bedah kesehatan keluarga, yang membantu  mengambil akar-akar dari permasalahan keluarga khususnya suami-istri. Bukan hanya  mengobati tetapi juga  mengangkat sumber atau akar permasalahan yang ada, yang selama ini tidak disadari. (Erwin Widjaja – Gembala GBI Windsor)
  2. Jauh sebelum mengikuti retreat keluarga kreatif ini, kami sudah menyadari pentingnya sebuah keluarga yang sehat dan berfungsi. Karena itu kami rela membayar harga untuk bisa ikut dalam retreat ini. Dan ternyata benar retreat ini sangat bagus,  menyadarkan kami untuk pentingnya mengutamakan kelurg. Setip materi  memotivasi kami  menjadikan keluarga yang berput pad Kritu, keluarga  sehat dan berfungsi.  Terima kasih Pak Julianto dan Bu Roswitha. (Kisu)
  3. Kami sangat berkesan ikut retreat ini, merupakan retreat pertama yang kami ikuti sejak menikah. Retreat ini  membantu pemulihan saya dan pasangan. Kami disadarkan pentingnya memiliki kelenturan  terhadap pasangan pasangan,  dan kompak dalam  mendidik anak.  Lewat retreat ini, kami punya komitmen  baru agar lebih kompak dalam membina rumah tangga, dan belajar lebih  memahami dan menerima pasangan apa adanya. Kiraya ada kelanjutan modul retreat ini. (Mesria Siagian)
  4. Selama 3 hari saya dan suami mengikuti retreat keluarga kreatif, menemukan banyak jawaban dari pertanyaan yang mengganggu pikiran saya selama ini. Puji Tuhan kami sangat mensyukurinya, dan kami sungguh diberkati. (Stella)
  5. Awalnya Saya dan istri enggan mengikuti acara retreat ini, sebab istriku sangat tidak suka acara-acara seminar dan sejenisnya. Tapi saya punya keinginan yang kuat supaya istri saya ikut. Supaya kami bisa belajar bersama cara mendidik anak dan menikmati keluarga, terutama menyelesaikan masalah.  Lewat retreat ini pikiran kami terbuka, mengerti arti kelarga yang sehat dan berfungsi. Juga menemukan cara terbaik dalam mengelola konflik. (Handi Yahya)
  6. Lewat retreat ini kami dipulihkan, dan suami saya siap berdamai dengan anak sulung kami. Ada kemauan yang kuat supaya suami melepas banyak organisasi yang tidak membawa kami dekat dengan Tuhan. Terimakasih  Pak Julianto dan Ibu atas bimbingan selama 3 hari ini  untuk membimbing dan memulihkan keluarga kami. (Suti)
  7. Bersyukur penyampaian materi retreat sangat simple,  padat dan mudah dimengerti. Memberi inspirasi dalam membangun rumah tangga dan sangat membantu menjadi suami yang lebih baik. (Abraham)
  8. Retreat keluarga kreatif  membuka pikiran dan hati kami akan nilai-nilai yang perlu dalam kehidupan suami dan istri. Pengalaman-pengalaman Pak Julianto dan Ibu  sangat menyentuh. Melalui retreat ini kami menyadari sumber permasalahan keluarga kami dan cara menyelesaikannya. (Tony)
  9. Lewat materi retreat ini  kami didewasakan dalam menangani anak-anak. Kami lebih memahami apa duri dan sumber  luka batin  anak yang disebabkan oleh kami sebagai orangtua.  Kami disadarkan pentingnya keluarga yang sehat dan berfungsi, supaya menjadi kesaksian bagi  lingkungan kerja dan keluarga. (Lily Wong)
  10. Lewat acara retreat ini, saya menikmati berkat, khususnya pengetahuan baru yang menjadi  modal untuk membangun keluarga yang sehat dan berfungsi. Kami baru sadar rumah adalah sekolah atau universitas keluarga yang kelak diwariskan kepada anak-anak. (Andi Rozen Sitinjak)
  11. Acara retreat ini banyak membantu saya mengelola konflik yang ada didalam rumah tangga. Saya sadar bahwa banyak  hal yang harus saya perbaiki sebagai seorang istri. Khuusnya saya belajar berani meminta maaf dan menyelesaikan konflik yang ada, bukan menyembunyikannya. (Ennie Handayani)
  12. Retreat keluarga kreatif ini telah merubah pola pikir saya. Dimotivasi untuk lebih mengutamakan keluarga Terimakasih atas pelayanan Pak Julianto Simanjuntak dan Roswitha Ndraha. Berharap makin  banyak keluarga yang mengalami pemulihan. (Oey Jan Ka)
  13. Kami sangat bersyukur dapat kesempatan ini dapat ikut acara retreat. Kami dibantu untuk menata ulang kesehatan pernikahan kami, agar menjadi keluarga yang memuliakan Tuhan dan menjadi berkat. (Mariaman Lim/Kie Hiang Lang)
  14. Retreat keluarga kreatif ini  menambah wawasan saya dalam hal mengelola konflik dengan pasangan. Saya makin tahu bagaimana  meminimalisir konflik,  dengan cara mengembangkan kelenturan pribadi, Sehingga hubungan saya dengan pasangan bisa saling mengerti, menerima dan membantu. (Lidia Titaley)
  15. Retreat Keluarga kreatif ini telah  mengubah pola pikir saya tentang membangun sebuah keluarga yang sehat.  Saya mendapatkan nilai-nilai baru, terutama tentang peran saya sebagai orangtua dan pasangan, dan cara terbaik membangun keluarga yang utuh. (Herling)
  16. Materi Keluarga Kreatif ini membuat hati dan pikiran kami. Sebagai Suami saya lebih terbuka  untuk menyadari apa yang terjadi dalam keluarga. Kami makin sadar betapa pentingnya keterbukaan dalam keluarga, dan pengenalan mendalam satu sama lain. (Wilman)
  17. Saya merasa amat sangat diberkati melalui retreat ini. Banyak pengetahuan baru dan solusi jawaban dari masalah-masalah hidup yang selama ini sepertinya tidak ada titik terang dalam penyelesaiannya.  Tetap sehat Bapak dan Ibu. Maju terus dalam mengenalkan pelayanan konseling ini. Banyak orang perlu konseling. (Ruth Octavia)
  18. Retreat ini menyadarkan saya pentingnya keutuhan dari warisan pernikahan bukan hanya untuk anak, tapi juga cucu dan generasi yang akan datang. Acara ini menjadi sebuah alat  refelksi mengenali akan diri sendiri dan lebih mampu mengerti sebab-akibat dari masalah perkawinan. Sebagai pembicara Pak Julianto dan Ibu  adalah seorang yang terbuka dan jujur, apa adanya. Cara menyampaikannya rileks dan sangat praktis.  (Silvia Hwang)
  19. Bersyukur menikmati Pembicara retreat yang  profesional dan alkitabiah. Setiap materi dikemas sangat bagus untuk pasangan dan pengasuhan anak. Kami Judah mengerti Karena banyak kasus yang disajikan hingga penyelesaian masalah. Didukung suasan retreat yang segar dan penuh canda. Saya sungguh merekomendasikan rereat ini pada setiap pasangan. (Indra Lorensa)
  20. Retreat ini membuka wawasan saya, memahami bahwa hubungan keluarga adalah suatu yang sangat penting, dan wajib diusahakan atau diprioritaskan. Keluarga tidak boleh berjalan begitu saja. Perlu kerja keras, secara sadar dan terencana agar bisa  menikmati pernikahan yang sehat, dan  hubungan  yang saling memuakan dalam perkawinan.  (Ridarma Budi Sinaga)

Retreat Selanjutnya diadakan di Tangerang 17-19 Agustus 2017
Terbatas 25 pasangan

Soli Deo Gloria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *